PERTUMBUHAN FISIK

BAB III

PERTUMBUHAN FISIK

 

 

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari pertumbuhan fisik, mahasiswa mampu:

  1. menjelaskan batasan pertumbuhan fisik remaja;
  2. mendeskripsikan karakteristik pertumbuhan fisik remaja;
  3. menjelaskan perbedaan individu dalam pertumbuhan fisik;
  4. menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik;
  5. menjelaskan pengaruh pertumbuhan fisik terhadap tingkah laku;
  6. menjelaskan implikasi pertumbuhan fisik dalam pendidikan;

PEMBAHASAN

A.  Pengertian Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja. Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, ciri-ciri kelamin utama (primer), dan ciri-ciri kelamin kedua (skunder).

Perubahan fisik remaja laki-laki dan perempuan berbeda perubahan itu tampak sebagai berikut:

Perubahan Fisik Remaja Perempuan

  1. Pertumbuhan tulang-tulang (badan menjadi tinggi, anggota badan menjadi panjang)
  2. Pertumbuhan payudara
  3. Tumbuh bulu yang halus berwarna gelap di kelamin (pubic hair)
  4. Mencapai pertumbuhan ketinggian yang maksimum setiap tahunnya
  5. Bulu kemaluan menjadi kriting (axillary hair)
  6. Menstruasi (haid)
  7. Tumbuh bulu-bulu di ketiak
  8. Pertumbuhan tulang-tulang
  9. Testis (buah pelir) membesar
  10. Tumbuh bulu di kemaluan yang halus, lurus, dan berwarna gelap (pubic hair)
  11. Awal perubahan suara
  12. Ejakulasi (keluarnya air mani)
  13. Bulu kemaluan menjadi kriting
  14. Pertumbuhan tinggi badan mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya
  15. Tumbuh rambut-rambut halus di wajah (kumis, jenggot, jambang)
  16. Tumbuh bulu ketiak (pubic hair)
  17. Akhir perubahan suara
  18. Rambut-rambut di wajah bertambah tebal dan gelap
  19. Tumbuh bulu di dada

Perubahan Fisik Remaja Laki-Laki

Selama masa remaja, seluruh tubuh mengalami perubahan, baik bagian dalam maupun bagian luar tubuh, baik perubahan struktur tubuh maupun fungsinya.  Pada kenyataannya hampir semua bagian tubuh mengikuti irama yang tetap, sehingga waktu kejadiannya dapat diperkirakan sebelumnya.  Perubahan tersebut tampak jelas sekali pada masa remaja awal.

Perubahan fisik yang penting dan terjadi pada masa remaja adalah:

1)      Perubahan Ukuran Tubuh

Irama pertumbuhan mendadak cepat sekitar 2 tahun sebelum remaja mencapai taraf kematangan kelaminnya.  Setahun sebelum kematangan ini, remaja akan bertambah tinggi 10 – 15 cm dan berat badan 5 – 10 kg setelah terjadi kematangan kelamin ini.  Pertumbuhan tubuh selanjutnya masih terus terjadi namun dalam tempo yang sedikit lebih lamban.  Selama 4 tahun berat badan tumbuhnya hampir mencapai dua kali lipat.  Remaja laki-laki tumbuh terus lebih cepat daripada remaja perempuan.  Pertumbuhan remaja laki-laki akan mencapai bentuk tubuh dewasa pada usia 19 – 20 tahun sedang bagi remaja perempuan pada usia 18 tahun.

2)      Perubahan Proporsi Tubuh

Ciri tubuh yang kurang proporsional pada masa remaja ini tidak sama untuk seluruh tubuh, ada bagian tubuh yang semakin tidak proporsional dan ada bagian tubuh yang makin proporsional.  Proporsi yang tidak seimbang ini akan berlangsung terus sampai seluruh masa puber selesai dilalui sepenuhnya sehingga akhirnya proporsi tubuhnya mulai tampak seimbang menjadi proporsi orang dewasa. Perubahan ini terjadi baik di dalam maupun di bagian luar tubuh remaja. Misalnya, di masa kanak-kanak jantungnya kecil sedangkan pembuluh darah, kulit begitu tampak.  Pada masa puber yang terjadi malah sebaliknya.  Di bagian luar tampak pertumbuhan kaki dan tangan lebih panjang dibandingkan dengan tubuh.

3)      Ciri  Kelamin Utama

Pada masa kanak-kanak, alat kelamin yang utama masih belum berkembang dengan sempurna. Ketika memasuki masa remaja alat kelamin mulai berfungsi pada saat berusia 14 tahun,  yaitu saat pertama kali remaja laki-laki mengalami “mimpi basah”. Sedangkan bagi remaja perempuan indung telurnya mulai berfungsi pada usia 13 tahun yaitu saat pertama kali mengalami menstruasi atau haid. Bagian lain dari alat perkembangbiakan remaja perempuan saat ini masih belum berkembang sempurna, sehingga belum mampu untuk mengandung anak selama beberapa bulan atau setahun lebih. Masa senjang ini di sebut sebagai saat seteril masa remaja.

4)      Ciri Kelamin Kedua

Ciri kelamin kedua bagi remaja perempuan adalah membesarnya buah dada dan mencuatnya puting susu, pinggul melebar melebihi lebar bahu, tumbuh rambut di sekitar alat kelamin, tumbuh rambut di ketiak, suara bertambah nyaring. Sedang ciri kelamin kedua remaja laki-laki adalah: tumbuh kumis dan jenggot, otot-otot mulai tampak, bahu melebar melebihi pinggul, nada suara membesar, tumbuh jakun, tumbuh bulu ketiak, bulu dada, dan di sekitar alat kelamin, serta perubahan jaringan kulit menjadi kasar dan pori-pori membesar.

Ciri-ciri kelamin kedua inilah yang membedakan bentuk antara laki-laki dan perempuan. Ciri ini pula yang sering merupakan daya tarik antarjenis kelamin. Pertumbuhan tersebut berjalan seiring dengan perkembangan ciri kelamin yang utama, keduanya akan mencapai taraf kematangan pada tahun pertama atau tahun kedua masa remaja.

B. Perbedaan Individu dalam Pertumbuhan Fisik

Perubahan fisik sepanjang masa meliputi tiga hal yaitu (1) percepatan pertumbuhan, (2) proses kematangan seks, dan (3) keanekaragaman perubahan proporsi tubuh.

  1. Percepatan Pertumbuhan

Masa dan proses pertumbuhan tidak sama bagi setiap remaja.  Banyak faktor individual mempengaruhi jalannya pertumbuhan ini, sehingga baik awal maupun akhir prosesnya terjadi secara berbeda

Pada titik awal mulainya pertumbuhan biasanya tidak terdapat banyak perbedaan, akan tetapi kecepatan pertumbuhan setiap individu menjadi sangat berbeda sesuai dengan iramanya masing-masing. Jadi perbedaan individual tentang pertumbuhan tampak dalam perbedaan awal percepatan dan cepatnya pertumbuhan.

  1. Bagi remaja laki-laki permulaan percepatan pertumbuhan berbeda-beda berkisar antara 10,5 – 16 tahun.
  2. Bagi remaja perempuan pertumbuhan dimulai antara usia 7,5 – 11,5 tahun dengan usia rerata 10,5 tahun.

Puncak pertambahan ukuran fisik dicapai pada usia 12 tahun, yakni kurang lebih bertambah 6-11 cm setahun.

  1. Proses Kematangan Seksual

Meskipun kematangan seksual berlangsung dalam batas-batas tertentu dan urutan tertentu dalam perkembangan ciri-ciri kelamin sekundernya, namun kematangan seksual remaja berjalan secara individual, sehingga hanya mungkin untuk memberikan ukuran rerata dan penyebarannya saja.

Adatiga kriteria yang membedakan remaja laki-laki dengan  remaja perempuan dalam hal: (a) kriteria kematangan seksual, (b) permulaan kematangan seksual, dan (c) urutan gejala-gejala kematangan.

  1. Kriteria Kematangan Seksual

Kriteria kematangan seksual tampak lebih jelas pada remaja perempuan daripada remaja laki-laki.  Menstruasi pertama dipakai sebagai tanda permulaan pubertas.  Sesudah itu masih dibutuhkan satu sampai satu setengah lagi sebelum remaja perempuan betul-betul matang dalam reproduksi.

Menstruasi merupakan ukuran yang baik karena hal itu menentukan salah satu ciri kematangan seksual yang pokok, yaitu suatu disposisi untuk konsepsi (kehamilan) dan melahirkan.  Di samping itu menstruasi juga merupakan manifestasi yang jelas meskipun pada permulaannya masih terjadi perdarahan sedikit.

Kriteria sejelas ini tidak terdapat bagi remaja laki-laki.  Sehubungan dengan ejakulasi (pelepasan air mani) pada laki-laki permulaannya sangat sedikit, sehingga tidak jelas.  Sering dipakai percepatan pertumbuhan sebagai kriteria penetapan titik awal masa remaja, karena diketahui adanya korelasi antara percepatan  pertumbuhan itu dengan timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder maupun primer.

  1. Permulaan Kematangan Seksual

Permulaan kematangan seksual bagi perempuan kira-kira 2 tahun lebih cepat mulainya daripada laki-laki. Menstruasi merupakan tanda permulaan kematangan seksual dan terjadi  sekitar usia 13 tahun dengan penyebaran normal antara 10 sampai 16,5 tahun, jadi kira-kira satu tahun sesudah dilaluinya puncak percepatan pertumbuhan.

Bagi laki-laki baru terjadi produksi spermatozoa  hidup selama kira-kira satu tahun sesudah puncak percepatan pertumbuhan (+ 14 tahun). Namun ejakulasi pertama (mimpi pertama) mendahului puncak percepatan perkembangan, tetapi dalam air mani baru terdapat sedikit sperma.

  1. Urutan Gejala-Gejala Kematangan Seksual

Pada perempuan, kematangan dimulai dengan suatu tanda kelamin sekunder dengan tumbuhnya buah dada yang tampak sedikit mencuat bagian puting susu. Hal ini terjadi pada usia antara 8-13 tahun. Baru pada stadium kemudian, menjelang menstruasi maka jaringan pengikat di sekitarnya mulai tumbuh hingga payudara mulai memperoleh bentuk yang dewasa. Kelenjar payudara mulai mengadakan reaksi pada masa kehamilan dengan suatu pembengkakan sedangkan produksi air susu terjadi pada akhir kehamilan. Hal ini merupakan akibat reaksi-reaksi fisiologis yang menyebabkan perubahan-perubahan organ-organ kelamin internal dalam hipofise lobus frontalis.

Pada laki-laki, kematangan seksual dimulai dengan pertumbuhan testes yang dimulai antara usia 9,5 dan 13,5 tahun dan berakhir antara 13,5 dan 17 tahun. Pada usia +15-16 tahun remaja laki-laki maupun perempuan pangkal tenggorokan (jakun) mulai membesar yang menyebabkan pita suara menjadi lebih panjang.  Remaja laki-laki mengalami hal itu lebih banyak. Perubahan pada pita suara tadi menyebabkan para gadis mendapatkan suara yang lebih tinggi dan nyaring, sedangkan suara laki-laki berubah menjadi agak berat. Karena pertumbuhan anatomi yang cepat mendahului penyesuaian urat syarafnya (urat syarafnya belum cocok) maka timbullah keadaan yang khas pada laki-laki, terdengarlah suara yang tinggi di antara suara yang lebih berat. Seperti halnya pada pertumbuhan anggota badan, maka keadaan tersebut hanya bersifat sementara namun dalam waktu itu cukup memberikan alasan untuk frustrasi karena suara tidak mau mentaati si pembicara (Monks, 1984).

Dengan bertambahnya berat badan dan panjang badan, tampak kekuatan badan juga bertambah. Hal ini tampak lebih jelas pada remaja laki-laki daripada remaja perempuan. Pada remaja perempuan pertambahan berat badan sebagian besar disebabkan oleh tumbuhnya lemak yang membuat bentuk badan khas perempuan. Selanjutnya tambahnya berat badan pada waktu yang sama juga disebabkan oleh pertumbukan kerangka (membesarnya pinggul) dan hanya sebagian kecil saja disebabkan oleh pertumbuhan dan menjadi kuat urat-urat daging.

Pada remaja laki-laki di samping pertambahan berat karena pertumbuhan kerangka, pertumbuhan dan penguatan urat daging dan otot-otot juga merupakan penyebab yang penting. Bersama-sama dengan percepatan pertumbuhan pada remaja laki-laki terjadi suatu percepatan pertambahan kekuatan yang mencapai puncaknya pada usia kira 15-16 tahun, yaitu sesudah tercapai puncak pertumbuhannya maka baru daging mengalami penguatan (pembesaran) yang terutama menyebabkan pada periode sebelumnya justru dapat melemahkan badan.

  1. Keanekaragaman Proporsi Tubuh

Sekalipun ada keteraturan dan perubahan proporsi tubuh, ternyata perubahan itu sendiri memperlihatkan keanekaragaman.

Semasa kanak-kanak, bentuk tubuh mereka tidak terlalu mencolok perbedaannya, tetapi pada akhir kanak-kanak, saat memasuki tahap remaja, perbedaan bentuk tubuh antara laki-laki dan perempuan semakin jelas. Remaja laki-laki cenderung menuju bentuk tubuh mesomorf (kekar, berat, dan segitiga) sedangkan anak perempuan cenderung endomorf (gemuk dan berat) atau ektomorf (kurus dan bertulang panjang).

Kalaupun demikian dalam kelompok anak laki-laki dan perempuan juga terdapat perbedaan, sehingga tidak harus dapat dikatakan harus selalu tepat sama. Pada kelompok anak laki-laki mungkin saja ada yang memperlihatkan bentuk tubuh ektomorf dan sebaliknya pada anak perempuan ada yang tubuhnya berbentuk mesomorf.

Sebagaimana telah dijelaskan di bagian depan bahwa selama masa remaja ini seluruh tubuh mengalami perubahan, baik di bagian luar maupun di bagian dalam tubuh, baik dalam stuktur tubuh maupun fungsinya. Hampir untuk semua bagian, ternyata perubahan mengikuti jadwal waktu yang dapat diperkirakan sebelumnya.

Dapat dikata, bila sistem indokrin berfungsi normal, maka akan memperlihatkan ukuran tubuh yang normal pula. Sebaliknya bila anak mengalami kekurangan hormon dalam pertumbuhannya maka akan menjadi kecil seperti orang kerdil, sedangkan mereka yang kelebihan hormon akan tumbuh menjadi terlalu besar sehingga tidak sesuai dengan teman sebayanya.

 

C. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Fisik

Adabeberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja, yaitu:

  1. a.      Keluarga

Faktor keluarga yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja, meliputi: keturunan dan lingkungan. Faktor keturunan, seorang anak dapat lebih tinggi atau panjang daripada anak lainnya sehingga ia lebih berat tubuhnya, bila ayah, ibu, kakek-neneknya tinggi dan panjang. Faktor lingkungan akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan yang dibawa anak tersebut. Pada setiap tahap umur, lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada terhadap tinggi tubuh.

  1. b.      Gizi

Anak-anak yang memperoleh gizi cukup biasanya akan lebih tinggi tubuhnya dan sedikit lebih cepat mencapai taraf/masa remaja dibandingkan mereka yang kekurangan gizi. Lingkungan dapat memberikan pengaruh pada remaja sedemikian rupa sehingga menghambat atau mempercepat potensi untuk pertumbuhan di masa remaja.

  1. c.       Gangguan Emosional

Anak yang terlalu sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya “steroid adrenal” yang berlebihan dan ini akan membawa akibat berkurangnya pembentukan hormon pertumbuhan di kelenjar pituitry. Bilamana terjadi hal yang demikian, maka pertumbuhan awal remajanya terhambat dan tidak tercapai berat badan yang seharusnya.

  1. d.      Jenis Kelamin

Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat daripada anak perempuan, kecuali pada saat usia 12 dan 15 tahun anak perempuan biasanya sedikit lebih tinggi dan lebih berat daripada anak laki-laki. Terjadinya perbedaan berat dan tinggi badan ini karena bentuk tulang dan otot pada anak laki-laki memang berbeda dari anak perempuan.

  1. e.       Status Sosial Ekonomi

Anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status ekonomi rendah, cenderung lebih kecil daripada anak yang berasal dari keluarga yang status ekonominya menengah apalagi tinggi.

f.  Kesehatan

Anak-anak yang sehat dan jarang sakit, biasanya akan memiliki tubuh yang lebih berat  daripada anak yang sering sakit.

g.  Bentuk Tubuh

            Bentuk tubuh, apakah ekomorf, mesamorf atau endomorf akan mempengaruhi besar kecilnya tubuh anak. Misalnya anak yang bentuk tubuh mesamorf akan lebih besar daripada yang endomorf atau ekomorf, karena memang  lebih gemuk dan berat.

D.  Pengaruh Pertumbuhan Fisik Terhadap Tingkah Laku

Perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat perubahan-perubahan fisik.  Di antara perubahan-perubahan fisik yang terbesar mempengaruhi psikis remaja adalah pertumbuhan tubuh, badan menjadi tinggi dan panjang, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi—haid bagi remaja wanita, dan “mimpi basah” bagi remaja laki-laki, dan tanda-tanda kelamin kedua yang tumbuh.

Perubahan-perubahan fisik itu menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri.  Pertumbuhan badan yang mencolok misalnya, atau pembesaran payudara yang cepat membuat remaja merasa tersisih dari teman sebayanya.  Demikian pula dalam menghadapi haid dan “mimpi” yang pertama, anak-anak remaja perlu mengadakan penyesuaian tingkah laku yang tidak ada dukungan dari orangtua.

Perubahan fisik hampir selalu dibarengi dengan perubahan perilaku dan sikap.  Keadaan ini sering kali menjadi sedikit parah karena sikap orang-orang berada di sekelilingnya dan sikapnya sendiri dalam menanggapi perubahan fisik itu.

Dalam masa remaja perubahan yang terjadi sangat mencolok dan jelas sehingga dapat mengganggu keseimbangan yang sebelumnya sudah terbentuk.  Perilaku mereka mendadak menjadi sulit diduga dan seringkali agak melawan norma sosial yang  berlaku umum.  Oleh karena itu, masa ini sering dinamakan sebagai “masa negatif”.  Pada saat irama pertumbuhan sudah sedikit lambat dan perubahan tubuhnya telah sempurna, maka akan terjadi keseimbangan kembali.

Sekalipun pengaruh pubertas terhadap anak-anak berbeda-beda cara mereka melampiaskan gangguan ketidakseimbangan tampak sama.  Beberapa bentuk pelampiasan yang dapat terlihat adalah mudah tersinggung, tidak dapat diikuti jalan pemikirannya atau perasaannya, ada kecenderungan menarik diri dari keluarga atau teman, dan lebih senang menyendiri, menentang kewenangan (misalnya orangtua dan guru), sangat mendambakan kemandirian, dan sangat kritis terhadap orang lain, tidak suka melakukan tugas di rumah ataupun di sekolah dan sangat tampak bahwa dirinya tidak bahagia. Keadaan ini menjadi sangat kelihatan ketika anak-anak memasuki masa pubertas sampai remaja awal.

Karena sedang terjadi perubahan beberapa kelenjar pertumbuhan yang menyebabkan terjadinya perubahan dalam bentuk dan ukuran tubuhnya, maka anak-anak remaja ini secara fisik sering kali merasa kurang nyaman, misalnya sering mengeluh, gelisah, nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sakit kepala, sakit punggung, dan sebagainya kesemuanya mencerminkan adanya perasaan tidak nyaman karena tubuhnya sedang bertambah panjang.  Gangguan ini banyak ditemui remaja perempuan daripada laki-laki, bahkan beberapa remaja laki-laki sama sekali tidak merasakan hal-hal yang disebutkan di atas.  Semua gangguan itu tampaknya tidak mendorong anak remaja berperilaku sesuai dengan harapan masyarakat.  Pada masa ini, hanya sedikit remaja yng mengalami kurang darah, yang lebih menonjol kurangnya nafsu makan, tetapi hal ini tidak mempengaruhi keadaan kimia darahnya.  Jika sampai pada keadaan kekurangan darah maka anak akan mengalami gangguan karena adanya ketegangan emosional.

Remaja sering memperhatikan keadaan tubuhnya yang mengalami proses perubahan.  Tanggapan atas perubahan tubuhnya itu dapat digolongkan menjadi dua, yaitu mereka yang terlalu memperhatikan normal tidaknya diri mereka sendiri dan mereka yang terlalu memikirkan tepat tidaknya kehidupan kelaminnya.  Bila mereka memperhatikan teman sebayanya, kemudian ternyata dia berbeda dari mereka maka akan segera muncul pikirannya tentang normal tidaknya dirinya.  Misalnya, hanya berbeda dalam hal kecepatan pertumbuhan sudah menimbulkan kecemasan dalam dirinya.  Anak-anak yang tergolong cepat dan lebih awal tumbuh, sering  merasa khawatir bahwa masa dewasanya nanti tubuhnya akan terlalu tinggi, sedang anak yang tumbuh pendek sampai dewasa dan bahwa kehidupan kelaminnya tidak berkembang normal.

Bila mereka ketinggalan dari teman sebayanya dalam hal minat dan kegiatan lain, atau kurang berminat dalam kegiatan teman sebayanya, mereka lalu khawatir apakah mereka akan bisa menjadi dewasa.  Terlalu memperhatikan keadaan kehidupan kelaminnya juga merupakan hal yang biasa terjadi pada masa ini.  Pada saat seseorang mencapai masa remaja dalam pikirannya telah terbentuk konsep tertentu mengenal wajar tidaknya kehidupan kelamin dalam penampilan seseorang.  Konsep ini terbentuk melalui pengalaman anak sehari-harinya misalnya dari televisi, bioskop,suratkabar, bulletin, cerita, komik atau dari orang yang berada di sekelilingnya yang dikagumi.  Jika mereka berpendapat bahwa dirinya kurang memenuhi persyaratan maka ia segera menentukan bahwa dirinya memang tidak wajar.  Konsep yang terbentuk dalam diri remaja sukar sekali dihilangkan bahkan mungkin menetap seumur hidupnya.

Salah satu dari beberapa konsekuensi masa remaja yang paling penting adalah pengaruh jangka panjang terhadap sikap, perilaku sosial, minat, dan kepribadian.  Bilamana sikap dan penilaian remaja kurang dapat diterima, yang sebenarnya merupakan salah satu ciri dari kehidupan remaja, dapat menghilang setelah tercapai keseimbangan, maka keadaan ini tidak begitu parah.  Akan tetapi beberapa penelitian menemukan bahwa ciri kepribadian dan sikap tertentu yang sudah terbentuk ini biasanya sulit dihilangkan, bahkan dalam beberapa kasus tampak makin parah.  Pengaruh ketidaknyamanan masa remaja yang paling menetap adalah penyimpangan usia kematangan kelaminya.

Perkembangan kehidupan kelamin yang tidak wajar akan menimbulkan pengaruh pada anak laki-laki dan perempuan, bahkan pengaruh itu tidak hanya terjadi di masa remaja bahkan dapat berlanjut lebih lama lagi.  Bagi anak laki-laki yang mengalami perkembangan kelamin lebih awal, secara sosial lebih menguntungkan, sedangkan bagi anak perempuan tidaklah demikian.  Tinggi, berat, dan kekuatan tubuh yang jauh melebihi teman sebayanya bagi anak laki-laki akan dapat meningkatkan citra dirinya di depan teman sebayanya dari ke dua jenis kelamin.  Sebaliknya bila kematangan kelamin ini terlalu cepat terjadi pada gadis, maka ia akan memperoleh sebutan yang tidak menyenangkan.  Keadaan ini seringkali menimbulkan pengaruh buruk pada anak perempuan, baik di masa remaja maupun di kemudian hari.

Anak perempuan yang ternyata lambat dalam kematangan kelaminnya biasanya akan terlepas dari masalah seperti itu, tetapi sebaliknya bagi anak laki-laki yang lambat kematangan kelaminnya ia akan kehilangan kesempatan untuk menaikkan citra dirinya, kurang dihargai, dan seringkali diabaikan.

  1. E.       Upaya Membantu Pertumbuhan Fisik Remaja dan Implikasinya Dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Bilamana remaja banyak perhatiannya terhadap kelompok maka perilakunya akan banyak dipengaruhi oleh perilaku kelompoknya.  Kelompok remaja dapat terbentuk di sekolah seperti olah raga, seni, belajar, dan semacamnya.  Demikian pula kelompok remaja dapat terbentuk di luar sekolah seperti kelompok olah raga, kesenian/musik, pramuka, karangtaruna, remaja masjid/gereja, dan sebagainya.

Jenis kegiatan kelompok biasanya ditetapkan oleh kelompok yang bersangkutan, sehingga di samping banyak kegiatan yang bernilai positif juga terdapat kegiatan yang bernilai negatif. Kegiatan yang bernilai positif seperti olah raga, pramuka, dan kesenian dapat memupuk pertumbuhan fisik remaja, sedangkan kegiatan yang bernilai negatif seperti ngebut, begadang, minum, nyabu akan mengganggu kesehatan dan keselamatan. Dengan demikian pengembangan kelompok remaja ke arah kegiatan yang bernilai positif oleh para tokoh masyarakat dan sekolah merupakan upaya bersama untuk membantu remaja dalam pertumbuhan fisik mereka.

Penyelenggaraan kegiatan pramuka, senam kebugaran jasmani, dan pembiasaan hidup bersih dan bugar perlu diprogramkan sebagai kegiatan ko-kurikuler di sekolah menengah perlu diselenggarakan secara baik.  Pembentukan kelompok belajar dengan bimbingan guru merupakan kegiatan yang dapat membentuk mereka untuk belajar teratur dan bertanggungjawab.

RANGKUMAN

Pertumbuhan fisik adalah perubahan-perubahan fisik yang terjadi dan merupakan gejala primer dalam pertumbuhan remaja.  Perubahan-perubahan ini meliputi: perubahan ukuran tubuh, perubahan proporsi tubuh, ciri-ciri kelamin utama (primer), dan ciri-ciri kelamin kedua (skunder).

Perubahan fisik sepanjang masa meliputi tiga hal yaitu (1) percepatan pertumbuhan, (2) proses kematangan seks, dan (3) keanekaragaman perubahan proporsi tubuh.

Adabeberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan fisik remaja, yaitu keluarga, gizi, gangguan emosional, jenis kelamin, status sosial ekonomi, kesehatan, dan bentuk tubuh.

Perubahan psikologis muncul antara lain sebagai akibat perubahan-perubahan fisik.  Di antara perubahan-perubahan fisik yang terbesar mempengaruhi psikis remaja adalah pertumbuhan tubuh, badan menjadi tinggi dan panjang, mulai berfungsinya alat-alat reproduksi—haid bagi remaja wanita, dan “mimpi basah” bagi remaja laki-laki, dan tanda-tanda kelamin kedua yang tumbuh.

Perubahan-perubahan fisik itu menyebabkan kecanggungan bagi remaja karena ia harus menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya sendiri.  Pertumbuhan badan yang mencolok misalnya, atau pembesaran payudara yang cepat membuat remaja merasa tersisih dari teman sebayanya.  Demikian pula dalam menghadapi haid dan “mimpi” yang pertama, anak-anak remaja perlu mengadakan penyesuaian tingkah laku yang tidak ada dukungan dari orangtua.

Perubahan fisik hampir selalu dibarengi dengan perubahan perilaku dan sikap.  Keadaan ini sering kali menjadi sedikit parah karena sikap orang-orang berada di sekelilingnya dan sikapnya sendiri dalam menanggapi perubahan fisik itu.

Upaya membantu pertumbuhan fisik remaja dan implikasinya dalam penyelenggaraan pendidikan seperti  kelompok remaja yang terbentuk di sekolah antara lain: olah raga, seni, belajar, dan semacamnya.  Demikian pula kelompok remaja dapat terbentuk di luar sekolah seperti kelompok olah raga, kesenian/musik, pramuka, karangtaruna, remaja masjid/gereja, dan sebagainya.

PENDALAMAN

Selesaikan tugas berikut dan laporkan hasilnya!

  1. Temukan perbedaan ciri-ciri primer dan sekunder remaja laki-laki dan perempuan!
  2. Jelaskan pengaruh pertumbuhan fisik remaja terhadap perilaku!
  3. Jelaskan program sekolah manakah yang membantu optimalisasi pertumbuhan fisik remaja!

 

DAFTAR RUJUKAN

Hurlock, H.B. 1991. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan Iswidayanti, dkk. Jakarta: Erlangga.

Monk, FJ, dkk. 1984. Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya.Yogyakarta: UGM Press.

Sunarto dan Hartono, Ny.Agung. 1994. Perkembangan Peserta Didik.Jakarta:  Dorektorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dedikbud.

Suwandi, I, Marthen,P, dan Nur H. 2000. Perkembangan Peserta Didik. Malang: FIP Universitas NegeriMalang

OELH BAPAK SUJIMAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s